Visualisasi

Antara Visualisasi, Mimpi dan Menghayal

Mungkin kita suVisualisasidah sering mendengar hal ini, yaitu perlunya kita bermimpi agar apa yang kita inginkan bisa menjadi kenyataan. Telah banyak tulisan, buku, bahkan dalam media visual yang mengulas mengenai hal ini.  Ketika kita membayangkan sesuatu melalui pikiran, kira – kira apa yang terpancar di benak kita? Apakah kita membayangkan sebuah pencapaian, apresiasi dan kemenangan atau sebaliknya, kegagalan dan keterpurukan?

Sejumlah riset menunjukkan bahwa ternyata visualisasi memberikan pengaruh kuat terhadap kinerja seseorang termasuk untuk meningkatkan prestasi belajar. Ketika imajinasi kita selalu dihantam oleh bayangan keterpurukan dan pesimisme, jaringan otak perlahan – lahan akan mendorong diri kita untuk benar – benar mengalami keterpurukan.

Sebaliknya, ketika kita selalu membangun bayangan positif tentang diri kita, kita sesungguhnya tengah memulai dan memperkuat “cara kerja yang sempurna” di dalam otak.

Visualisasi berbeda dengan menghayal. Menghayal atau melamun adalah membayangkan sesuatu tanpa tujuan, abstrak dan melompat – lompat. Menghayal adalah keinginan kita untuk memiliki, suatu tujuan kita yaitu cita-cita yang selama ini kita harapkan terwujud. cara melihatnya membayangkan dalam pikiran kita. Sedangkan visualisasi berarti membayangkan sesuatu yang dituju oleh diri kita, membayangkan sesuatu dengan konkret dan sistematis sehingga muncul sebuah cerita dalam benak kita, persis seperti seseorang penulis fiksi menuliskan sebuah cerita fiktif.

Menghayal dan melamun tak banyak manfaatnya dalam menumbuhkan motivasi seseorang. Dengan lamunan, seseorang tak dapat membayangkan masa depan dengan jelas.

Mimpi bisa diraih siapa saja. Dimulai dari terwujudnya sebuah mimpi kecil. kita pun menjadi percaya, mimpi besar pun dapat kita raih. Semuanya dimulai dari keberanian bermimpi dan mempercayai mimpi. Jika kita berani bermimpi, kita pun harus berani mewujudkan mimpi tersebut.

Kita boleh saja punya mimpi hebat, tapi untuk mencapai tujuannya pasti kembali pada proses awalnya. Tidak mungkin kita tidak berkerja untuk mencapai tujuan. Tidak mungkin kita tidak mempunyai ilmu untuk mencapai tujuan, walau kita bisa membeli jasa orang lain yang ahli, itu sama artinya kita juga melakukan proses pekerjaan dengan keahlian melalui orang lain.

008/PD

Leave a Reply