Siapa Bermasalah?

siapa bermasalahDari pengalaman sebagai seorang hipnoterapis yang sudah berpraktek mulai dari tahun 2007, telah memperkaya pengetahuan kami tentang bagaimana menemukan solusi dalam mengasuh anak. Dalam masalah seperti ini kira-kira siapa bermasalah? Anak atau orang tuanya? Dari sample beberapa kasus yang kami tangani kebanyakan letak dari masalah yang sebenarnya adalah datang dari orang tuanya sendiri. Hal tersebut sangat beralasan karena masalah anak selalu berawal dari lingkungan terdekat, yaitu orang tuanya.

Sebagian besar anak yang dibawa untuk di terapi merupakan anak-anak dengan kelompok usia 6-12 tahun namun tak jarang juga yang berusia di atas itu yaitu remaja atau remaja dewasa yang tentunya kasusnya hampir sama juga. Untuk anak-anak kelompok usia 6-12 tahun merupakan masa-masa peralihan dari anak rumahan menjadi anak sekolahan sehingga butuh penyesuaian diri. Oleh karena itu, tidak semua anak siap menjalaninya sehingga wajar saja bila pada prosesnya terjadi masalah.

Dalam kasus seperti ini ada dua kemungkinan yang pertama si anak bermasalah tapi tidak tahu apa masalahnya. Yang kedua, si anak tidak bermasalah tetapi orang tuanya menganggap si anak bermasalah. Kemungkinan yang kedua inilah yang sering terjadi yang kemudian orang tua menjadi pusing karena hal ini.

Dalam setiap proses terapi yang kami lakukan, kami berupaya untuk memberi pengertian kepada orang tuanya dan menjelaskan tentang prinsip-prinsip parenting yang aman agar membawa anak menjadi anak yang kreatif, mandiri dan percaya diri. Namun ada saja orang tua masih tetap mengedepankan ke-egoisannya dan tidak mau menerima seperti apa yang disarankan dan tidak mau mengakui kesalahan-kesalahan dalam proses mendidik anak. Sebenarnya logikanya pun sangat mudah, jika metode yang diberikan orang tua kepada anaknya benar, mengapa orang tua masih berkeluh kesah bahkan datang ke klinik kami untuk berkonsultasi? Dengan datang ke lembaga kami maka berarti ada sesuatu yang harus diperbaiki, jika kita menginginkan anak kita sukses dan berhasil maka singkirkan ke-egoisan diri kita sebagai orang tua. Untuk kasus parenting ini, bukalah pemikiran-pemikiran kita para orang tua.

 20 / U

Leave a Reply