Psikoterapi Islami

Sufistik Psikoterapi

Sufistik PsikoterapiDewasa ini kita banyak menyaksikan fenomena menarik dalam dunia kesehatan, baik yang berkaitan dengan upaya preventif atau pun penyembuhan (healing) terhadap penyakit. Berbagai system pengobatan muncul sebagai alternative model penyembuhan, seakan mencoba menandingi kehebatan dan kecepatan dunia kedokteran yang semakin canggih dan mahal.

Fenomena yang paling menarik adalah Hipnoterapi Islami atau Psikoterapi Islami, dimana zikir merupakan metode utama dalam menyelesaikan berbagai masalah kesehatan, dalam hal ini adalah masalah – masalah psikologis / mental.

Masyarakat mulai melirik konsep Hipnoterapi Islami / Psikoterapi Islami dalam penyembuhan penyakit, baik alam upaya mendampingin dunia medis maupun murni pengobatan tersebut. Alasannya sederhana, murah dan bisa juga untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan mereka. Melalui dimensi psikologi, maka kesadaran spiritual dalam Psikoterapi Islami apat dikaji dengan metode psikologi transpersonal.

Zikir adalah elemen terpenting dalam praktik Psikoterapi Islami, hal ini merupakan sebuah proses penyembuhan terhadap penyakit baik mental maupun medis.  Menurut Dadang Hawari, dari semua cabang ilmu kedokteran, terdapat dua cabang yang sangat dekat dengan persoalan agama, yaitu kedokteran jiwa dan kesehatan jiwa.

Kondisi masyarakat modern yang berada pada tepi eksistensi yang sesungguhnya, bukan pada pusat eksistensi, secara otomatis menimbulkan kegelisahan – kegelisahan yang berasal dari dirinya sendiri, seperti : takut kehilangan apa yang dimiliki, timbulnya rasa khawatir terhadap masa depan yang tidak disukai (trauma akibat imajinasi masa depan) dan rasa kecewa terhadap hasil kerja yang tidak mampu memenuhi harapan dan kepuasan dan banyak melakukan pelanggaran dan dosa.

Psikoterapi Islami dipandang efektif dalam penyembuhan mental dan psikologis, sebab metode ini menarik akar kesadaran manusia akan keberadaan dirinya sebagai metode pengobatan. Dalam Psikoterapi Islami mengajarkan kepada pasiennya untuk berzikir, sebelum kemudian dianjurkan sholat, shalawat, puasa dan lainnya. Kesemuanya, jika dilakukan dengan penuh keyakinan, maka akan mampu menjadi obat yang sangat mujarab. Efektivitasnya tampak pada kelebihan utama spiritualitas yang menenangkan dan mengajak para pasien untuk kembali pada fitrahnya sebagai manusia yang terdiri dari unsur jasmani dan ruhani.