Pilihan Hidup

Pilihan HidupPernahkan kita sadari bahwa sebenarnya titik krusial pilihan hidup kita adalah pada saat kita duduk di bangku sekolah kelas III SLTA, ketika kita berada di sebuah persimpangan apakah akan melanjutkan sekolah ke sebuah universitas dengan jurusan yang kita kehendaki atau hanya berhenti sampai di sini.

Apa pun pilihan yang kita ambil, siapa pun kita, kita berada di persimpangan yang paling menentukan dalam hidup kita. Sebuah pilihan yang akan menentukan masa depan kita. Pada akhirnya muncul empat kelompok. Kelompok pertama adalah

orang-orang yang mengambil pilihan hidup-nya dengan memutuskan melanjutkan pendidikannya dan mereka tahu secara pasti jurusan apa yang diambilnya. Entah sebagai sarjana teknik, sekretaris, akuntan, teknisi, praktisi, dokter, guru, dll. Sebuah pilihan pendidikan yang akan mendukung impian mereka.

Kelompok yang kedua adalah kelompok yang masih menggantungkan pilihan hidup mereka sesuai dengan jalannya waktu. Mereka dapat mengambil alur pendidikan berdasarkan teman, banyak teman yang mengambil jurusan ekonomi misalnya, maka dia akan mengambil jurusan yang sama atau mengambil jurusan yang sudah di tentukan oleh pilihan orang tuanya.

Kelompok yang ketiga adalah mereka-mereka yang tidak peduli dengan jurusan mana yang mereka ambil, yang penting mereka tetap dapat melanjutkan pendidikannya sampai selesai. Biasanya orang-orang yang seperti ini memiliki gengsi yang tinggi, yang penting kuliah saja. Perkara mau dapat kerja atau tidak itu urusan nanti.

Kelompok yang keempat adalah mereka-mereka yang berkeinginan melanjutkan pendidikannya namun apa daya mereka tidak memiliki cukup dana untuk melanjutkannya. Dan pada akhirnya sebagian kelompok ini “menyerah” dan bekerja saja dengan upah yang relatif rendah dan hanya sebagai staf saja. Karirnya pun dapat dipastikan berjalan dengan lambat.

Dalam kelompok manakah kita? Sudah berapa lama kita melupakan cita-cita kita? Dimakakah semangat cita-cita tersebut kita simpan?

Apa pun pekerjaan kita, apakah sebagai pegawai, sebagai pedagang, sebagai usahawan, sebagai seorang ibu rumah tangga ketika itu merupakan pilihan hidup sejati kita dan kita menikmati semua proses itu dan menjalani sepenuh hati, hidup kita akan menjadi sempurna. Raih dan tentukan pilihan hidup kita mulai saat ini dan kita akan menikmatinya kelak.

026/PD

Leave a Reply