Mekanisme Pikiran dan Tindakan

Pikiran manusia memang selalu menjadi penelitan yang sangat diminati oleh para ilmuwan. Telah banyak pembelajaran dan penelitian tentang hal-hal yang menjadi misteri dari pikiran dan tindakan manusia. Hal itu selalu menjadi kajian yang mekanisme pikiran dan tindakanmenarik. Seperti yang telah kita ketahui, bahwa pikiran manusia dibagi menjadi berdasarkan fungsi kerjanya, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar.

Pikiran sadar merupakan fungsi pikiran manusia sebagai minoritas dari seluruh fungsi pikiran manusia. Walaupun keberadaaanya sangat minoritas, yaitu sekitar 12%, bagian ini

sangatlah berguna bagi manusia, karena sifatnya mengidentifikasikan informasi yang masuk, membandingkan, menganalisis dan memutuskan. Pikiran sadar sangat penting peranannya dalam hal peradaban. Sedangkan pikiran bawah sadar adalah pemegang fungsi mayoritas dari seluruh fungsi pikiran manusia, yaitu sekitar 88 %. Bagaimana mekanisme pikiran dan tindakan terbentuk ?

Berdasarkan apa yang telah dibahas diatas, kini saatnya kita membahas bagaimana persisnya cara kerja atau mekanisme pikiran dan tindakan. Informasi yang masuk ke diri kita (dunia internal) melalui filter pertama, yaitu panca indra (sub modalitas). Setelah itu, kita dapat memunculkan kebali (representasi) informasi tersebut ke dalam peta pikiran kita. Selanjutnya, hal itu akan menjadi pikiran – perasaan (state) kita. Hal itu akan berakhir pada tingkah laku kita terhadap informasi tersebut. Jika kita terlalu menerima informasi yang masuk ke dunia internal, informasi tersebut akan menjadi belief atau kepercayaan kita. Saat hal itu menjadi belief, kita akan mengganggapnya begitu nyaan, bahkan telah kita yakini dengan begitu dalam dan lama sehingga bisa jadi, kita rela memberikan nyawa kita untuk menyakini kepercayaan tersebut.

009/PD

Leave a Reply