Ego State Therapy

Ego State TherapyDalam kesempatan kali ini kita akan membahas sejarah singkat Ego State Therapy. Istilah ego state therapy  di perkenalkan oleh Sigmund Freud (1856-1939) yang disebut sebagai bapak psikonalisis. Beliau menyebutkan istilah id, ego dan superego. Saat ini kita akan membahas mengenai ego tersebut.

Istilah Ego State kali pertama di perkenalkan oleh Paul Federn (1952). Paul Federn merupakan murid dari Sigmund Freud yang memperdalam psikoterapi dan psikoanalisis.

Secara teori Paul Federn menjelaskan personality sebagai susunan dari sebuah group yang terdiri dari part-part yang disebut ego state dan ketika individu mengalami dan melakukannya dari salah satu part dari keseluruhan part disebut ego identity.

Menurut Emmerson (2007), sebuah ego state adalah salah satu bagian dari sekumpulan group yang mempunyai keadaan atau kondisi emosi yang setara yang di bedakan berdasarkan tugas khusus, perasaan (mood) dan fungsi mental, dimana kesdaran diasumsikan sebagai identitas dari orang tersebut. Ego state adalah bagian yang normal dari jiwa yang sehat.

Apa yang dimaksud dengan Ego State itu?  Dan, mengapa itu begitu menarik di pelajari? apa kegunaannya untuk diri kita? Konsep Ego State Therapy benar-benar sangat berguna, teknik ini sangat simple dan powerful. Yang menjadikannya menarik adalah teknik ini dapat digunakan untuk  diri sendiri, untuk membuat diri menjadi jauh lebih baik dalam perkembangan kehidupan kita.

Ego State diulai dari kalimat “serba saya”, apa yang saya saya pikirkan sebagai saya. Ketika saya berpikir siapa saya, dan menunjukkan jari saja kepada diri saya, artinya saya menunjuk kepada ego saya.

 Tujuan Ego State Therapy

Gordon Emmerson merumuskan Ego State Therapy sebagai berikut :

  • Mengalokasikan di mana adanya kesakitan, trauma, kemarahan atau frustasi dalam ego state dan memfasilitasi ekspresi, melepaskan emosi negatif, memberikan rasa nyaman serta memberdayakan diri.
  • Memfasilitasi fungsi komunikasi di antara ego state.
  • Menolong klien mengenal ego state ereka sehingga klien dapat memetik keuntungan yang lebih.
  • Mengatasi konflik dalam diri.

 024/PP

Leave a Reply